Rabu, 15 Mei 2013

Meski Kamu Tak Pernah Tahu


Kamu, sosok yang hadir dalam setiap mimpiku. Membuat segalanya indah meski terlihat samar. Kamulah yang membuatku selalu berusaha menjadi lebih baik. Menjadi lebih baik agar aku pantas bersamamu. Kamu, energi tersendiri bagi tubuhku. Meresap dalam seluruh sel darahku, mendekap organ tubuhku. Kamu, begitu nyata dalam semua khayalku. Meski kamu tak pernah tahu.
Aku selalu memerhatikan setiap gerakmu, menjadi pemuja rahasiamu. Menjadi orang pertama yang membangunkan tidurmu setiap pagi. Menjadi orang pertama yang mengingatkan jam makanmu. Menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat tidur. Menjadi orang pertama yang menegurmu ketika kamu berbuat salah. Menjadi orang pertama yang menjagamu. Aku selalu berusaha menjadi yang pertama.  Meski kamu tak pernah tahu.
Akulah orang yang selalu ingat semua kejadian dalam hidupmu. Menulisnya dalam catatan harianku. Orang yang menyimpan semua kenangan tentangmu. Orang yang memasak sarapan pagi untukmu. Orang yang membuat segelas susu hangat setiap kali datang hujan. Orang yang selalu berusaha ada di setiap waktu. Aku selalu belajar menjadi yang terdekat denganmu. Meski kamu tak pernah tahu.
Aku bahagia menjadi seperti ini. Setidaknya aku bisa tersenyum saat hati ini terus mendesak, meminta kamu untuk tahu betapa aku mencintaimu.  Aku tak mampu bila bertatap muka denganmu. Aku tak kuasa menahan senyum kegirangan kala kau menoleh ke arahku walau tak sengaja. Aku yang mendukungmu dalam setiap kegiatanmu. Aku yang diam-diam mendoakanmu agar kau senantiasa terjaga. Aku yang mengkhawatirkanmu saat namamu tak ada dalam beranda sosial mediaku. Aku bahagia, sangat bahagia. Meski kamu tak pernah tahu.
Aku benar-benar tak ingin apa-apa lagi selain kamu ada di sini. Aku membutuhkanmu. Sebuah mimpi yang menjadi nyata dalam hidupku. Kamu adalah kekuatan mimpi. Sosok yang terlahir dari mimpi, tumbuh dari mimpi, tapi aku tak ingin berakhir dalam mimpi. Kamu adalah bukti nyata bahwa mimpi itu nyata. Mimpi bukan hanya bunga tidur semata.
Sekarang, aku tak ingin memejamkan mataku. Aku tak ingin bermimpi lagi. Aku tak ingin ada yang lain dalam mimpiku selain kamu. Tolong temani aku. Aku tak ingin memejamkan mata. Bawa aku kemana pun kamu mau, ajak aku pergi sesuka hatimu. Aku hanya tak ingin memejamkan mata. Jika aku harus memjamkan mata, aku ingin kamu ada di sisiku selama aku memejamkan mata. Mengertilah, aku tak ingin kamu pergi. Kehilangan mimpi yang menjadi nyata dalam hidupku.
Aku hanya ingin kamu tahu, meski kamu tak pernah tahu, Ayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar