Rabu, 15 Mei 2013

Bukan Untukmu


Hai, ehm…aku tahu kita sudah jarang bicara. Aku tak tahu siapa yang menjauh, aku atau kamu.
Aku tak tahu ingin bicara apa. Sebenarnya banyak yang ingin kubicarakan. Tapi pasti kau repot dengan tugas-tugas sekolahmu yang menumpuk itu. Dan lagi, aku tak yakin kau ingin mendengarnya. Yang keluar dari mulutku mungkin hanya keluhan dan kau pasti tak dapat mengumpulkan kata-kataku. 
Kau tahu aku masih mencintaimu. Aku tak tahu apakah kamu masih mencintaiku. Aku memang bodoh, karena akulah yang merusak semuanya. Aku masih sering membicarakanmu didepan anak-anak Pramuka SMP-mu. Menganggap semuanya tak terjadi apa-apa.
Kau tahu, tampaknya aku terlalu mencintaimu. Dengan segenap jiwaku. Sampai-sampai, apabila kau tak ada, jiwaku yang sakit. Hahaha, iya aku sakit jiwa. Aku terlalu mencintaimu. Karena ada diriku didalam dirimu. Kita terlalu sama. Yaa meski ada sedikit perbedaanya.
Maksud suratku ini, mungkin aku mencintaimu karena aku menemukan diriku yang satu lagi. Mungkin cintaku bukan untukmu, tapi untuk diriku sendiri. Maaf.
Kau pasti tak mengerti hahaha. Sudahlah kau tak perlu mengerti. Yang penting jangan salah paham. Maaf jika aku membingungkanmu. Sebagai penutup, aku kutip sebagian puisiku waktu itu. Semoga perasaan itu masih tertera dihatimu. Semoga.
Beri aku waktu satu hari lagi…
…sebelum aku mati.
…yaitu hari dimana aku bisa menunggumu pulang.
Kutunggu ditempat aku biasa menunggumu.
Setelah itu kau bebas boleh menyakiti aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar